Menteri LH Ajak Warga Banten Tuntaskan Persoalan Sampah pada 2029
Serang, NewsBanten. id – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta masyarakat menggelar aksi bersih-bersih dalam rangka World Clean Up Day (WCD) Indonesia 2025 di Desa Teluk Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Hanif bersama kepala daerah secara simbolis mengumpulkan sampah anorganik seberat 9,8 kilogram.Hanif menekankan, pengelolaan sampah tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia mengingatkan, daerah yang masih memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar tidak akan masuk penilaian Adipura.
“Pengelolaan sampah merupakan isu nasional yang harus ditangani bersama. Penanganan sampah sangat penting,” ujarnya.
Hanif juga memaparkan enam rencana transformasi nasional di bidang persampahan. Mulai dari penguatan pelayanan publik, reformasi kelembagaan, pendanaan, membangun nilai ekonomi sampah, membuka pembiayaan inovatif, hingga penegakan hukum yang konsisten.
“Pengelolaan sampah yang baik menjadi pondasi negara maju. Mari bersama kita tuntaskan persoalan sampah pada 2029,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kehadiran Menteri Hanif. Ia menyebut momentum ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota mengenai strategi pengelolaan sampah.
“Kami perlu bimbingan dan dukungan karena waste to energy yang kini banyak dibicarakan, kami belum tahu seperti apa persisnya dan berapa biayanya,” kata Andra.
Andra menuturkan, timbulan sampah di Banten mencapai 8.126 ton per hari. Dari jumlah tersebut, baru 1.092 ton (13 persen) yang terkelola, sementara 3.200 ton terbuang langsung, dan sisanya masuk ke TPA dengan sistem open dumping.
“Persoalan sampah tidak bisa dibebankan hanya kepada kabupaten kota. Koordinasi harus dipercepat agar sampah tidak menjadi masalah lebih besar di masyarakat,” ucapnya.
Andra berharap kegiatan WCD dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.
“Semoga langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama mencapai Indonesia Bersih 2029,” pungkasnya.Adapun sampah yang terkumpul dalam aksi tersebut dipilah untuk didaur ulang, sementara residunya diproses melalui incinerator milik desa.

