Lapas Serang Terima 133 WBP dari Tangerang, Pembinaan dan Layanan Kesehatan Jadi Perhatian Utama
SERANG, NewsBanten.id – Kepadatan hunian lembaga pemasyarakatan masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Kondisi itu menuntut pengelolaan warga binaan yang lebih terukur, mulai dari aspek keamanan hingga pelayanan kesehatan dan pembinaan sosial agar proses pemasyarakatan tetap berjalan manusiawi.
Sebagai bagian dari penataan hunian warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang menerima mutasi sebanyak 133 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Senin (11/5/2026).
Setibanya di Lapas Serang, seluruh WBP langsung menjalani pemeriksaan administrasi dan pengecekan kelengkapan data untuk memastikan seluruh warga binaan yang dipindahkan telah berstatus narapidana.Kepala Lapas Kelas IIA Serang,
Rico Steven mengatakan, kedatangan ratusan WBP baru memerlukan perhatian dan pembinaan yang lebih intensif, terutama bagi warga binaan lanjut usia maupun yang memiliki riwayat penyakit.
“Datangnya WBP baru sudah tentu memerlukan perhatian yang lebih intensif. Terutama kami akan memilah dan memisahkan WBP lansia dan yang menderita penyakit agar kami dapat memberikan pelayanan dan pengobatan secara intensif,” ujar Rico.
Menurutnya, pendekatan kemanusiaan tetap menjadi prioritas dalam proses pemasyarakatan. Selain memastikan keamanan, pihak lapas juga berupaya menjaga kondisi kesehatan para warga binaan agar tetap mendapatkan pelayanan yang layak selama menjalani masa pidana.
Dalam proses perpindahan tersebut, Lapas Kelas IIA Serang turut melibatkan aparat kepolisian dan TNI untuk memastikan proses pengamanan berjalan lancar. Pengawalan dilakukan bersama personel dari Polsek Cipocok Jaya dan Koramil 0602-05/Cipocok Jaya.
Tak hanya pemeriksaan barang bawaan, petugas juga melakukan tes urin terhadap seluruh WBP yang baru datang. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkoba dan barang terlarang di lingkungan lapas.
“Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan serta hasil tes urin, tidak didapatkan hal-hal yang menyalahi aturan. Alhamdulillah semuanya bersih dan aman,” katanya.
Rico menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas apabila ditemukan warga binaan yang membawa barang terlarang ataupun terindikasi menggunakan narkoba.
“Karena kami akan menindak tegas terhadap WBP yang kedapatan membawa barang terlarang dan yang terindikasi menggunakan narkoba,” tegasnya.
Ia berharap, pembinaan yang diberikan selama warga binaan menjalani masa pidana dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang telah kita berikan selama berada dalam lembaga pemasyarakatan ini dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat, serta dapat mengubah mereka menjadi lebih baik dan berguna bagi masyarakat,” pungkas Rico Steven.(Red)

