Investasi Kawasan Industri dan Pelabuhan Serang Utara Diproyeksikan Jadi Motor Baru Ekonomi Banten

SERANG, NewsBanten.id – Rencana pembangunan kawasan industri dan pelabuhan terpadu seluas lebih dari 6.700 hektare di wilayah utara Kabupaten Serang oleh PT Pandu Permata Indah dan PT Bahana Karunia Indah diproyeksikan menjadi penggerak baru ekonomi Banten.

Proyek strategis ini bukan bagian dari pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Kabupaten Tangerang, melainkan berdiri sebagai kawasan mandiri dengan fokus pada pengembangan industri, logistik, dan pelabuhan internasional.

Kawasan ini diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir utara Kabupaten Serang sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal.

Tantangan Pengangguran dan Daya Saing Industri Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten masih berada di level tinggi. Kondisi ini diperburuk oleh meningkatnya jumlah pekerja setengah menganggur, terutama di sektor pertanian dengan produktivitas rendah.

Menurut Nur Mutaqin, pengamat tata ruang dan pembangunan ekonomi, situasi tersebut merupakan konsekuensi dari deindustrialisasi yang melanda Banten selama dua dekade terakhir.

“Pada 2003, kontribusi sektor industri terhadap PDRB Banten hampir mencapai 50 persen. Kini tinggal sekitar 30 persen. Banyak industri padat karya yang hengkang ke Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan ke luar negeri karena biaya produksi di Banten tak lagi kompetitif,” ujarnya.

Kawasan Strategis, Solusi Reduksi Biaya LogistikNur Mutaqin menilai pengembangan kawasan industri Serang Utara akan menjadi langkah strategis untuk mengembalikan daya saing industri di Banten.

Dengan posisinya di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) Selat Sunda, wilayah ini berpotensi menjadi pelabuhan hub internasional yang mampu menekan biaya logistik regional maupun nasional.Ia juga mendorong agar kawasan tersebut didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“KEK akan membuat investasi lebih efisien melalui kebijakan fiskal dan perpajakan yang kompetitif. Jika industri di dalamnya terintegrasi dari hulu hingga hilir—mulai dari refinery, petrokimia, hingga consumer goods—maka efek ekonominya akan besar,” jelasnya.

Selain itu, penetapan KEK diyakini akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar.

Dorongan untuk Pemerintah DaerahNur Mutaqin menegaskan bahwa Pemkab Serang dan Pemprov Banten harus proaktif memperjuangkan penetapan KEK Serang Utara kepada pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah jangan hanya menunggu, tapi harus menjadi penggerak. Serang Utara bisa menjadi pusat industri dan logistik nasional jika kebijakan diarahkan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan, agar manfaat investasi tidak hanya dirasakan investor, tetapi juga masyarakat lokal.

“Investasi harus menghadirkan kesejahteraan. Pemerintah perlu menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap bersaing dan terlibat langsung dalam kegiatan industri di kawasan ini,” pungkasnya.

Uncategorized