Rumah Warisan Nyaris Runtuh, Pemuda di Serang Bertahan Hidup Seorang Diri
Serang, NewsBanten. id — Sebuah rumah tua di Kampung Ranca Kareo RT 02/04, Desa Sinarmukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, berdiri dalam kondisi memprihatinkan. Dinding kayunya lapuk, atap bocor, serta lantai rapuh dimakan usia.
Rumah itu peninggalan Idris, warga desa yang meninggal beberapa tahun silam. Kini, cucunya yang bernama Aditya tinggal seorang diri di sana.
Sehari-hari, Aditya bekerja sebagai sopir lepas dengan penghasilan tak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan makan, sehingga ia belum mampu memperbaiki rumah warisan kakeknya tersebut.
“Kalau untuk makan saja pas-pasan, apalagi memperbaiki rumah,” katanya lirih saat ditemui, Kamis pekan lalu.
Rumah itu sejatinya sudah lama dinyatakan tidak layak huni. Sebelum Idris wafat, pemerintah desa pernah mengajukan proposal bantuan perbaikan ke instansi terkait. Namun hingga kini, bantuan tersebut tak kunjung turun. Idris pun berpulang, meninggalkan cucu yang harus melanjutkan hidup di rumah yang semakin rapuh.
Aditya mengaku kerap diliputi rasa waswas setiap kali hujan deras. Atap yang bocor membuat air dengan mudah merembes ke dalam rumah, sementara dinding kayu yang lapuk sewaktu-waktu bisa roboh.
“Kalau malam saya suka takut, tapi ini satu-satunya tempat tinggal saya,” ujarnya.
Kesendirian juga menjadi keseharian Aditya. Ibunya telah lama meninggal, sedangkan keberadaan ayahnya tak jelas. Ia bertahan hidup dengan penghasilan seadanya, tanpa ada sandaran keluarga inti.
Meski hidup serba terbatas, Aditya menyimpan harapan suatu saat bisa memperbaiki rumah peninggalan kakeknya, meski secara sederhana. “Biar tidak khawatir kalau hujan atau angin kencang,” tuturnya.
Namun kini, kondisi rumah tersebut sudah benar-benar rusak parah hingga tak bisa lagi dihuni. Aditya terpaksa menumpang di rumah bibi atau pamannya yang tinggal tak jauh dari rumah warisan itu.
Kisah Aditya menjadi potret perjuangan warga kecil yang terhimpit kesulitan ekonomi. Di balik rumah rapuh peninggalan Idris, tersimpan keteguhan seorang pemuda yang berharap uluran tangan pemerintah maupun masyarakat, agar ia dapat kembali merasakan rumah yang layak untuk pulang.

