Warga Serang Geger, Limbah Medis Dibuang Dekat Pemukiman
SERANG, NewsBanten. id– Warga Perumahan Graha Walantaka, Kelurahan Pengampelan, Kota Serang, digegerkan oleh temuan limbah medis berbahaya yang dibuang sembarangan di dekat permukiman. Limbah yang diduga berasal dari sejumlah rumah sakit itu menimbulkan bau tidak sedap, terutama saat diguyur hujan.
Dari pantauan di lokasi, limbah yang ditemukan berupa alat kesehatan bekas seperti jarum suntik, kantung infus, tabung dializer pencuci darah, serta kain medis berlumur darah. Warga mengaku khawatir karena tumpukan limbah tersebut sudah dibiarkan selama lima hari dan mulai menimbulkan bau menyengat.
Menurut keterangan warga setempat, Suharti, sebuah dump truk beroda enam terlihat membuang limbah tersebut pada Sabtu malam, 11 Oktober lalu.
“Kami lihat ada truk besar datang malam-malam, menurunkan karung-karung berisi limbah. Besoknya baru kami tahu isinya alat rumah sakit,” ujar Suharti, Minggu.
Camat Walantaka, Muslim Sholeh, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang untuk menangani temuan limbah B3 tersebut. Lokasi pembuangan kini sudah dipasangi garis polisi untuk mencegah warga mendekat dan terpapar zat berbahaya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan DLH agar segera dilakukan penanganan. Garis polisi juga sudah dipasang untuk mencegah kontak langsung warga dengan limbah berbahaya,” kata Muslim.
DLH Kota Serang saat ini tengah menelusuri sumber limbah medis tersebut. Berdasarkan label pada beberapa karung, limbah diduga berasal dari Rumah Sakit Cipto Jakarta Pusat, RSUD Anuntaloko Parigi, dan RS Tonggak Husada.
Pemerintah daerah berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti membuang limbah medis secara ilegal. Pasalnya, limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti alat kesehatan bekas harus dikelola dengan prosedur ketat untuk menghindari pencemaran dan risiko kesehatan bagi warga sekitar.

