Porsenap Lapas Serang Ditutup Meriah, Senam Bersama Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan
SERANG, NewsBanten.id – Semangat kebersamaan mewarnai penutupan rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang. Kegiatan ditutup dengan senam bersama yang melibatkan jajaran petugas dan warga binaan dalam suasana penuh antusias.
Senam bersama tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana membangun interaksi positif antara petugas dan warga binaan. Di tengah suasana yang penuh semangat, seluruh peserta mengikuti gerakan senam dengan antusias hingga kegiatan berakhir.
Rangkaian Porsenap yang digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan olahraga dan seni. Seluruh kegiatan diarahkan untuk memberikan ruang bagi warga binaan dalam menyalurkan bakat, menjaga kebugaran, sekaligus membangun karakter positif.
Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, mengapresiasi keterlibatan seluruh petugas maupun warga binaan yang telah mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat.
Menurutnya, Porsenap bukan hanya tentang kompetisi dan perolehan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, sportivitas, kerja sama, serta rasa saling menghargai.
“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan dalam olahraga maupun seni, tetapi juga kebersamaan dan sikap positif. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, yang terpenting bagaimana semangat sportivitas tetap dijaga,” ujar Riko.
Ia berharap semangat yang tumbuh selama Porsenap tidak berhenti setelah kegiatan ditutup. Nilai kebersamaan, disiplin, dan sportivitas diharapkan terus diterapkan warga binaan dalam menjalani seluruh program pembinaan di Lapas.
Dengan senam bersama tersebut, seluruh rangkaian Porsenap Lapas Kelas IIA Serang resmi berakhir. Kegiatan penutup ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas di dalam Lapas, tetapi juga pada pembentukan mental, kesehatan jasmani, dan kesiapan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

